ANTARA AKU KAU
DAN WAKTU YANG MEMELUK
Hujan dan gerimis memang terlahir dari
mendung yang sama
Sedangkan aku dan kau tak terlahir dari
waktu yang sama
Awalnya
Kita
bagaikan sepasang arca berhadapan
Tanpa
tahu nama
Tanpa
tahu usia
Tidak
juga jarak
Kita
bagaikan sepasang arca berhadapan
Yang
dirindu debu
untuk
bergegas pulang
Dan
kita bagaikan sepasang arca berhadapan
Yang
saling diam dalam ketidaktahuan
Namun,
waktu adalah pengingat yang diam
Kini
kita telah lebih dari mengenal
Menjadi
sepasang berita yang saling mengabarkan
Aku
adalah renungan yang menjelma tinta
Sedang
kau ialah lembaran yang paling resap
Bersama
kenangan kita tumbuh menjadi cinta
Hingga
saling mengingtakan usia
Yang
tak hanya lebur dalam perayaan semata
Semarang, 12 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar