Bunga kuncup dalam rumah kaca
dalam dekap hampa
tenang serupa pertapa
mengasingkan diri, tak menutupi
sinar tak ingkar menyoroti
silau mentari
atau remang rembulan
Bunga kuncup khidmat merunduk di tangkai kaku
biarkan kumbang, lebah, kupu berterbangan di luar
Bunga kuncup dalam renung sunyi
ia tuli. Ia buta. Ia bisu. Ia sendiri
tiada bisik, desis, desir
tiada kilau, bayang, gemerlap
tak sepatah kata terucap
diam yang damai
Akan tiba waktunya
tangkai bunga tumbuh menembus sekat sunyi
sebuah jarak tak berwaktu
kaca retak, pecah, menyediakan sisi tajam
Bunga kuncup tak peduli
sayat luka
atau justru sepih kaca
lekat pada diri
yang mekar
yang rekah
yang semerbak mewangi
Madu hanya untuk penghisap sejati
tak hanya rengkuh manis sesuka hati
namun bersedia menunggu
tak peduli tangkai-tangkai lemah lain
mengayunkan
bunga-bunga bermekaran
Bunga kuncup tak berkaki.
ia lekat pada tangkai
makin tua, makin rekat tanah.
tak kan khianat lari
madu hanya untuk penunggu tabah
yang setia pada kesunyian
meski bunga mekar penuh sayatan
Kos Ucup, 14-02-2015
21:33
Dina Ahsanta Puri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar