Selasa, 17 Februari 2015

BUNGA KUNCUP DALAM RUMAH KACA





Bunga kuncup dalam rumah kaca
dalam dekap hampa
tenang serupa pertapa
mengasingkan diri, tak menutupi
sinar tak ingkar menyoroti
silau mentari atau remang rembulan

Bunga kuncup khidmat merunduk di tangkai kaku
biarkan kumbang, lebah, kupu berterbangan di luar

Bunga kuncup dalam renung sunyi
ia tuli. Ia buta. Ia bisu. Ia sendiri
tiada bisik, desis, desir
tiada kilau, bayang, gemerlap
tak sepatah kata terucap
diam yang damai

Akan tiba waktunya
tangkai bunga tumbuh menembus sekat sunyi
sebuah jarak tak berwaktu
kaca retak, pecah, menyediakan sisi tajam

Bunga kuncup tak peduli
sayat luka
atau justru sepih kaca
lekat pada  diri
yang mekar
yang rekah
yang semerbak mewangi

Madu hanya untuk penghisap sejati
tak hanya rengkuh manis sesuka hati
namun bersedia menunggu
tak peduli tangkai-tangkai lemah lain
mengayunkan bunga-bunga bermekaran

Bunga kuncup tak berkaki.
ia lekat pada tangkai
makin tua, makin rekat tanah.
tak kan khianat lari

madu hanya untuk penunggu tabah
yang setia pada kesunyian
meski bunga mekar penuh sayatan

Kos Ucup, 14-02-2015
21:33
Dina Ahsanta Puri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar