Senin, 24 Februari 2014

Antologi Puisi Nyayian Parau Bocah Jalanan- Alif Gemilang Pressindo


SEPENGGAL CERITA

Ketika langkah kaki tergesa memenuhi trotoar
Dan suara klakson kendaraan mengapung di jalanan
Bagiku bekal pasti setiap pagi hanyalah sepenggal do’a
Teringat dongeng ibu tercinta agar aku tak berputus asa
Kisah haru tentang basah keringnya keringat di tubuh ayah
Dan ketika waktu memeluk mereka menjadi debu
Aku di sini hidup dalam beberapa penggal irama lagu
Menyudut di antara gedung-gedung berbentuk kubis, menjulang  menyundul langit
Berkelana di sepanjang jalan yang bagiku penuh penghidupan
Entah seberapa pekat hitam di paru-paru yang telah sesak oleh asap kendaraan
Seberapa pun orang memandangku tegar
Aku hanyalah bocah yang ingin dipeluk ibu saat demam mendera
Dan dilindungi ayah saat terjadi bahaya
Aku belum dewasa, tak banyak mengerti kata-kata bagus dan indah untuk dilantunkan menjadi harapan dalam do’a
Apapun yang terjadi maka terjadilah...
Ini hanya sepenggal cerita sederhana tentangku dan jalan yang masih membujur panjang di hadapan...

Dina Ahsanta Puri
Semarang, 16-10-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar