KAU
MENEMBUS CANGKANG
Ris...
.
Betapa
kerasnya angin yang pernah bertiup
Betapa
hangat pernah dibuncah dingin
Di
sarangmu itu, kau berhasil keluar dari cangkang
Ris...
.
Terlahir
dari kesendirian
Terlahir
menembus keraguan
Terlahir
bersama keberanian
Terlahir
membawa suatu pembuktian
Terlahir
untuk pengabadian
Ku
lihat kau kini Ris :
Membidani
kelahiran setiap kepala yang bunting
Menggandeng
tangan-tangan yang sibuk mengurut dada
Memeberesi
kosmetik liar tanpa menawar harga
Ris...
.
Hadir
dari kelokan
Hadir
sebagai sebuah konsistensi
Atas
kembalinya jalan rumah kami
Di
akhir kataku Ris... .
Izinkan
aku memanggil utuh namamu
Buletin
Keris
Semarang,
13 Februari 2013
Dina
Ahsanta Puri
FPBS/PBI,
semester 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar