Rabu, 01 Juli 2015

Untuk Kita: Sepuluh Jagoan

SAJAK MENJEMPUT RINDU
Hamka;
Ja?
Kar!
Ta?
Jakar!
Karta?
Ah, Jaka dan Karta
Ja-kar-ta



Wish;War;
demi kota bernama Jakarta
pertemuan ialah ritus menjemput rindu
julang kubus penampung manusia ialah Jabal Rahmah -ku,-mu, kita
mengisahkan delapan adam dan dua hawa
bersepuluh tanpa bersepuh-sepuh juga simpuh simpuh
pukul rata saja segala surat pemerintah
tentang KTP pula akta kelahiran
(bersama) kita lahir lagi di bumi Jakarta
Ri;Ris;
kudengusi satu-satu aroma tubuh
semerbak wangi tak mawar tak melati
mengharum mengsari
kuncup bunga mekar di tiap mata
kupu-kupu hinggap mencari putik
berayun, dan bungkuklah si mahkota bunga
ditunggang, dihisap segala yang asin
musnahlah asing
Si;Har;        
tiada kesepakatan
kapan rajut kisah kasih sahih
ingatan terpilin dari segala indra
Gra;Mo;Fan;
            selain belit daging sisa pesta
di sela gigi kuning
juga nyengat alkhohol dari mulut mulut merdeka
kenangan ialah bekal pulang
dada telanjang yang sembunyi dibalik dekap buku
kutahu dadamu, dadaku, dada kita tengah berlapang-lapang
bersama bau khas lembaran buku
oh, desah lembarnya renyah membuku dibelai genit jemari yang lama berkarib pena




demi kota di mana masing-masing kita pulang
perpisahan pun ritus melipat gandakan rindu
dan puncak rindu ialah segala doa yang menjelma puisi


Purbalingga, 06 Agustus 2014