SAJAK MENJEMPUT
RINDU
Hamka;
Ja?
Kar!
Ta?
Jakar!
Karta?
Ah,
Jaka dan Karta
Ja-kar-ta
Wish;War;
demi
kota bernama Jakarta
pertemuan
ialah ritus menjemput rindu
julang
kubus penampung manusia ialah Jabal Rahmah -ku,-mu, kita
mengisahkan
delapan adam dan dua hawa
bersepuluh
tanpa bersepuh-sepuh juga simpuh simpuh
pukul
rata saja segala surat pemerintah
tentang
KTP pula akta kelahiran
(bersama)
kita lahir lagi di bumi Jakarta
Ri;Ris;
kudengusi
satu-satu aroma tubuh
semerbak
wangi tak mawar tak melati
mengharum
mengsari
kuncup
bunga mekar di tiap mata
kupu-kupu
hinggap mencari putik
berayun,
dan bungkuklah si mahkota bunga
ditunggang,
dihisap segala yang asin
musnahlah
asing
Si;Har;
tiada
kesepakatan
kapan
rajut kisah kasih sahih
ingatan
terpilin dari segala indra
Gra;Mo;Fan;
selain belit daging
sisa pesta
di
sela gigi kuning
juga
nyengat alkhohol dari mulut mulut merdeka
kenangan
ialah bekal pulang
dada
telanjang yang sembunyi dibalik dekap buku
kutahu
dadamu, dadaku, dada kita tengah berlapang-lapang
bersama
bau khas lembaran buku
oh,
desah lembarnya renyah membuku dibelai genit jemari yang lama berkarib pena
demi kota di mana masing-masing kita pulang
perpisahan pun
ritus melipat gandakan rindu
dan puncak rindu
ialah segala doa yang menjelma puisi
Purbalingga, 06 Agustus 2014