BATAS
TAK TERJAMAH
Kedatanganmu
yang terasa lebih diam-diam daripada
kematian
Membuatku
menjadi perempuan tak berwaktu
Dengan
kuku yang kian tajam
Ku
cabuti seluruh jarum jam pemintal rencana
Sungguh
aku benar-benar murka dengan bunyi tiap detiknya
Adakah
kau di masaku?
Kita
sama halnya bulan dan matahari yang saling berlarian di masa masing-masing
Ketidakmungkinan
telah mengamini sebuah batas
Ku
bingkai rapi jarak yang tak ter-eja lagi
Dapatkah
kau lihat peluh penuh harap mengerak di tepian bibir ini?
Sudah
terlalu lama kau tak berbagi nafas denganku
Pada
asap-asap dupa yang ku sisipi do’a
Ingin
rasanya aku menyesakkan rongga dadamu
Lihatlah
hatiku yang menjelma menjadi nisan
Masihkah
ingin kau mengukir namamu di sana?
Semarang, 25 Juni 2013
Dina Ahsanta Puri
Lahir di Purbalingga, 06 Juni 1995.
Mahasiswi
Semester 2, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni,
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP PGRI
Semarang.
Aktif di UKM KIAS (Kajian Ilmu Apresiasi Sastra) dan
Lembaga Pers Mahasiswa Vokal